Mabuk perjalanan sering dianggap sebagai hal wajar yang “tinggal diminum obatnya saja”. Padahal, tanpa disadari banyak kebiasaan kecil sebelum atau saat bepergian yang justru memperparah kondisi ini.
Mulai dari pilihan makanan, cara duduk, sampai aktivitas ringan seperti membaca dalam mobil, semuanya bisa memengaruhi keseimbangan tubuh.
Kebiasaan ini Jadi Penyebab Mabuk Perjalanan
Kalau kamu termasuk yang mudah pusing, mual, atau meriang saat berada di kendaraan, bisa jadi penyebabnya bukan cuma faktor fisik, tetapi rutinitas yang biasa kamu lakukan tanpa sadar.
Berikut beberapa kebiasaan pemicu mabuk perjalanan yang sering diabaikan.
1. Makan Terlalu Berat atau Justru Perut Kosong Total
Banyak orang mengira makan kenyang sebelum perjalanan bisa mencegah lemas. Faktanya, makanan berlemak dan terlalu banyak bisa memicu produksi asam lambung dan bikin tubuh jadi lebih sensitif terhadap guncangan kendaraan.
Sebaliknya, berangkat dengan perut kosong juga bukan pilihan sehat. Kadar gula darah yang rendah bisa membuat kepala berkunang-kunang, yang kemudian memicu mual.
Solusi bijaknya, makan porsi kecil, pilih makanan ringan seperti roti, pisang, atau snack sehat.
2. Menatap Layar Terlalu Lama
Ini kebiasaan nomor satu zaman sekarang. Scroll TikTok, baca chat, atau nonton film selama perjalanan bikin mata dan telinga menerima sinyal gerakan yang tidak sinkron dengan tubuh. Otak bingung, dan terjadilah motion sickness alias penyebab mabuk perjalanan.
Kalau kamu mulai merasa pusing setelah main HP di mobil, itu memang ada hubungannya. Jadi kalau kamu merasa lemah atau sensitif terhadap motion sickness, sebaiknya fokus melihat lingkungan sekitar, baik ke jendela depan atau jendela samping. Karena cuma itu yang bisa menstabilkan sinyal gerakan dengan otak.
3. Tidur di Posisi yang Membungkuk
Tidur selama perjalanan sebenarnya bisa membantu, tapi posisi tidur yang salah justru memperburuk gejala. Banyak orang menundukkan kepala terlalu lama atau tidur miring di kursi yang sempit. Leher tegang → aliran udara tidak nyaman → otak sulit menyesuaikan gerakan → mual makin parah.
Kalau memang mau tidur, gunakan bantal leher atau sandarkan tubuh pada posisi yang stabil.
4. Duduk di Kursi Belakang yang Terlalu Goyang
Khusus mobil, kursi tengah atau belakang biasanya lebih banyak menerima getaran. Apalagi jika suspensi mobil agak keras. Buat orang yang sensitif, ini bisa langsung memicu pusing dan mual.
Kalau memungkinkan, mintalah duduk di kursi depan atau di tengah bus yang getarannya lebih stabil.
5. Membaca Buku atau Dokumen
Walau terlihat produktif, membaca di kendaraan adalah pemicu klasik mabuk perjalanan. Ini konsepnya mirip kayak liat layar tadi. Fokus mata tertuju pada objek yang tidak bergerak, sementara tubuh terasa bergoyang. Konflik sensorik ini membuat otak melepaskan respons mual sebagai “peringatan”.
Kalau harus membaca sesuatu, lakukan saat kendaraan berhenti atau dengerin audio book aja.
6. Menghirup Bau Menyengat
Aroma parfum yang terlalu tajam, makanan berbau kuat, atau bahkan bau bensin dari luar kendaraan bisa mempercepat rasa mual.
Banyak orang tidak menyadari betapa besar pengaruh aroma terhadap pusat keseimbangan dan sistem saraf. Kalau kamu sensitif, bawa minyak angin atau aromaterapi lembut sebagai penetral, atau gunakan masker selama di perjalanan.
7. Kurang Minum Air Putih
Dehidrasi ringan membuat tubuh cepat lemas dan otak lebih sulit memproses sinyal dari indera. Kombinasi antara panas kendaraan dan kurang minum sering berakhir pada pusing mendadak. Bawa botol minum kecil agar tubuh tetap segar selama perjalanan.
8. Tidak Mengatur Sirkulasi Udara
Ventilasi kendaraan yang buruk seperti AC terlalu dingin, udara pengap, atau kurang oksigen, dapat memicu rasa tidak nyaman yang berujung mual. Mematikan AC terlalu lama juga bisa membuat kabin bau dan lembap.
Buka sedikit jendela atau arahkan ventilasi AC ke bagian tubuh yang membuatmu nyaman.
Mabuk perjalanan bukan semata-mata masalah fisik bawaan. Banyak kebiasaan yang terlihat sepele ternyata justru memperburuk kondisi.
Coba evaluasi kebiasaanmu sebelum mulai perjalanan jauh dengan kendaraan roda empat keatas seperti bus pariwisata, siapa tahu penyebab mual yang selama ini kamu alami berasal dari rutinitas kecil yang tak pernah kamu sadari.

Hendri adalah tim content strategist di PT Pijar Utomo Transindo yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam mengembangkan strategi digital, berfokuskan pada pertumbuhan organik dan peningkatan visibilitas di mesin pencari.
Ia memulai kariernya sejak 2018 dengan menangani campaign SEO dan pembuatan konten untuk berbagai bisnis, mulai dari distributor lokal hingga brand nasional.
Dalam perjalanannya, Hendri telah terlibat dalam berbagai proyek bersama agensi dan klien ternama, seperti InboundID dan CMLabs.
Secara khusus, Hendri memiliki fokus dan pengalaman mendalam di industri travel, pariwisata, dan transportasi, termasuk persewaan bus pariwisata karena dia suka traveling. Tercatat, dia sudah traveling menggunakan bus dari Pekanbaru menuju kota Jogja dengan durasi 3 hari 2 malam, sehingga memiliki pengalaman yang mendalam mengenai topik transportasi.
Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif mengelola strategi digital marketing dan produksi konten untuk bisnis di sektor ini, sehingga dia tahu secara langsung apa yang dibutuhin sama pengguna, pola pencarian, serta dinamika pasar wisata yang butuh kendaraan secara berombongan.
Atas alasan itulah, Pijar Utomo menarik Hendri menjadi salah satu ujung tombak digital strategist di website milik Pijar Utomo Transindo.
Menggunakan pendekatan yang gabungin analisis data sama pemahaman minat pengguna, Hendri berkomitmen membangun konten yang tidak hanya SEO-friendly, tetapi juga relevan, informatif, dan mampu memberikan nilai nyata bagi pembaca.
Saat ini, ia bekerja sebagai SEO analyst berbasis remote dan terus mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia digital marketing.